Napas adalah fondasi freediving. Sebelum bicara kedalaman atau durasi, seorang freediver harus lebih dulu menguasai cara bernapas yang benar — karena di sinilah efisiensi oksigen dimulai. Berikut lima teknik yang kami ajarkan ke setiap murid baru di Dive and Play.
1. Diaphragmatic Breathing
Bernapaslah dengan perut, bukan dada. Letakkan satu tangan di perut dan satu di dada, lalu tarik napas sampai hanya tangan di perut yang bergerak. Teknik ini mengisi bagian bawah paru-paru yang punya kapasitas terbesar, sekaligus mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang menurunkan detak jantung.
2. Napas 4-7-8 untuk Relaksasi
Tarik napas 4 hitungan, tahan 7 hitungan, buang perlahan 8 hitungan. Lakukan 4 siklus sebelum menyelam. Fase buang napas yang panjang inilah yang memicu respons relaksasi — dan freediver yang rileks membakar oksigen jauh lebih sedikit.
3. CO2 Table
Latihan ini melatih toleransi tubuh terhadap penumpukan karbon dioksida — penyebab utama rasa ingin bernapas. Caranya: tahan napas dengan durasi tetap, tapi waktu istirahat dikurangi bertahap. Contoh: tahan 1:00 dengan istirahat 2:00, lalu 1:45, 1:30, dan seterusnya.
4. O2 Table
Kebalikannya: waktu istirahat tetap, durasi tahan napas yang dinaikkan. Ini melatih tubuh bekerja pada kadar oksigen rendah. Lakukan maksimal 2–3 kali seminggu, dan jangan pernah dilakukan di dalam air tanpa pengawasan.
5. Recovery Breathing
Sering diabaikan, padahal paling krusial untuk keselamatan. Begitu muncul ke permukaan, lakukan hook breath: tarik napas cepat, tahan sebentar sambil menekan, lalu buang. Ulangi 3 kali. Ini mengembalikan tekanan oksigen di darah dan mencegah blackout permukaan.
Catatan Keselamatan
Semua latihan tahan napas kering (di darat) boleh dilakukan sendiri. Tapi latihan di air — sedangkal apa pun — WAJIB dengan buddy yang siap melakukan rescue. Tidak ada pengecualian untuk aturan ini.